Category: Kegiatan

  • Bahasa Arab Mendunia, Arlic Targetkan Kaum Milenial

    Bahasa Arab Mendunia, Arlic Targetkan Kaum Milenial

    Suara.com – Salah satu lembaga di Indonesia yang mendapatkan lisensi sebagai publisher, Arlic, meluncurkan buku Al Lisan Al Umm. Buku ini berisikan metode pembelajaran alternatif keterampilan berbahasa Indonesia dan Arab.

    Saat ini bahasa Arab telah menjadi bahasa asing yang banyak dipelajari secara akademik di berbagai negara. Lebih dari itu, bahasa Arab juga dipelajari di berbagai perguruan tinggi di Barat baik untuk studi kawasan, cross culture atau studi lintas budaya, maupun dari kajian islami studi.

    Andy Hadiyanto selaku dosen UNJ sekaligus Sekretaris Komisi Hubungan Lur Negeri dan Kerjasama Internasional MUI mengatakan, buku Al Lisan Al Umm diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap bahasa Arab.

    “Kami ingin pembelajaran bahasa Arab itu sekarang dilakukan perubahan paradigma. Bukan hanya sekedar mengajarkan agama tapi komunikasi,” kata Andy Hadiyanto di Hotel Kartika Chandra, Gatot Subroto, Jakarta, baru-baru ini.

    Selain itu buku itu akan menyasar kaum milenial. Bahasa Inggris dan bahasa Arab diharapkan dapat bersaing di kalangan internasional.

    Publishing Arlic melakukan launching Buku Al Lisan Al Umm, yakni metode belajar bahasa Arab dengan metode kekinian di Jakarta, Selasa (13/10/2021). [Evi Ariska/Suara.com]Publishing Arlic melakukan launching Buku Al Lisan Al Umm, yakni metode belajar bahasa Arab dengan metode kekinian di Jakarta, Selasa (13/10/2021). [Evi Ariska/Suara.com]

    “Oleh krena itu kita sengaja memgambil tag line ‘Mudah dan Keren’, karena kita ingin menyasar generasi milenial. Belajar bahasa Arab nggak kalah kerennya lho dengan bahasa Inggris atau Korea,” ujar Andy.

    Berbeda seperti buku Arab lain yang masih menggunakan kosa kata lama, buku Al Lisan Al Umm memiliki bahasa modern mengikuti tren.

    “Nah buku-buku keagamaan kan buku klasik dengan bahasa Arab zaman dulu yang itu membuat pembelajar kita memgalami kegagapan dalam menggunakan bahasa di era ini,” ucpanya.

    “Ternyata bahasa Arab itu mengalami perkembangan, akibatnya banyak banget kosa kata bahasa Arab zaman dulu. Nah kita ingin mengajarkan bahasa Arab punya bahasa modern dong,” tuturnya.

    “Metode ini kita perkenalkan keragaman budaya Arab dengan berbagai gaya hidupnya (bahasa Arab macam-macam),” katanya menyambung.

    Acara peluncuruan buku ini dihadiri oleh  Prof.DR. H. Said Aqil Al munawarman, Ustaz Yusuf Manssur (Pimpinan DAQU / Da’I) , Dr. Hj Ifa Faizah Rahmah.Mpd, Ustazah Rita Febrianta (Dosen IAIN Bukit Tinggi), Dr. Tulus Ketua IMLA (Dosen UIN Suka Jogja) dan Habib Dr. Ali Hasan al-Bahar Lc, MA yang di Moderatori oleh Habib Husin Jafar.

    Buku ini diharap dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Arab di Indonesia khususnya,  belajar bahasa Arab benar-benar efektif  memberikan keterampilan berkomunikasi dalam hubungan kemitraan yang saling menguntungkan antara Indonesia dan negara-negara Arab.

  • Penandatanganan MoU Antara PP. IMLA Indonesia Dengan ARLIC Indonesia

    Penandatanganan MoU Antara PP. IMLA Indonesia Dengan ARLIC Indonesia

    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) Antara Pengurus Pusat Ittihad Mudarrisy Al-Lughah Al-Arabiyah Indonesia (IMLA Indonesia) Dengan Arabic Lingual Center (ARLIC) Indonesia, Tentang Pengembangan Pembelajaran Bahasa Arab

    Pada Penandatanganan MOU tersebut IMLA Indonesia diwakilkan langsung oleh Ketua IMLA Indonesia Pusat yaitu Dr. Tulus Musthofa dan ARLIC Indonesia pun diwakilkan langsung oleh Ketua ARLIC Indonesia yaitu Alwi, ST.

    Acara ini juga dihadiri oleh :

    – Dr. Muhajir

    – Dr. Daud

    – Dr. Abubakar Shiddiq

    ARLIC dan IMLA sepakat akan membuat sebuah gerakan besar dan akan mengambil momentum Hari Bahasa Arab Sedunia 18 Desember 2022, diantaranya Deklarasi Forum Master Trainer Penggerak Bahasa Arab se Asia Tenggara

    #ArlicIndonesia

    #BahasaArabMudahDanKeren

    #BahasaArabKomunikatif

  • Bahasa Arab Mendunia, Arlic Targetkan Kaum Milenial

    Bahasa Arab Mendunia, Arlic Targetkan Kaum Milenial

    Suara.com – Salah satu lembaga di Indonesia yang mendapatkan lisensi sebagai publisher, Arlic, meluncurkan buku Al Lisan Al Umm. Buku ini berisikan metode pembelajaran alternatif keterampilan berbahasa Indonesia dan Arab.

    Saat ini bahasa Arab telah menjadi bahasa asing yang banyak dipelajari secara akademik di berbagai negara. Lebih dari itu, bahasa Arab juga dipelajari di berbagai perguruan tinggi di Barat baik untuk studi kawasan, cross culture atau studi lintas budaya, maupun dari kajian islami studi.

    Andy Hadiyanto selaku dosen UNJ sekaligus Sekretaris Komisi Hubungan Lur Negeri dan Kerjasama Internasional MUI mengatakan, buku Al Lisan Al Umm diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap bahasa Arab.

    “Kami ingin pembelajaran bahasa Arab itu sekarang dilakukan perubahan paradigma. Bukan hanya sekedar mengajarkan agama tapi komunikasi,” kata Andy Hadiyanto di Hotel Kartika Chandra, Gatot Subroto, Jakarta, baru-baru ini.

    Selain itu buku itu akan menyasar kaum milenial. Bahasa Inggris dan bahasa Arab diharapkan dapat bersaing di kalangan internasional.

    Publishing Arlic melakukan launching Buku Al Lisan Al Umm, yakni metode belajar bahasa Arab dengan metode kekinian di Jakarta, Selasa (13/10/2021). [Evi Ariska/Suara.com]Publishing Arlic melakukan launching Buku Al Lisan Al Umm, yakni metode belajar bahasa Arab dengan metode kekinian di Jakarta, Selasa (13/10/2021). [Evi Ariska/Suara.com]

    “Oleh krena itu kita sengaja memgambil tag line ‘Mudah dan Keren’, karena kita ingin menyasar generasi milenial. Belajar bahasa Arab nggak kalah kerennya lho dengan bahasa Inggris atau Korea,” ujar Andy.

    Berbeda seperti buku Arab lain yang masih menggunakan kosa kata lama, buku Al Lisan Al Umm memiliki bahasa modern mengikuti tren.

    “Nah buku-buku keagamaan kan buku klasik dengan bahasa Arab zaman dulu yang itu membuat pembelajar kita memgalami kegagapan dalam menggunakan bahasa di era ini,” ucpanya.

    “Ternyata bahasa Arab itu mengalami perkembangan, akibatnya banyak banget kosa kata bahasa Arab zaman dulu. Nah kita ingin mengajarkan bahasa Arab punya bahasa modern dong,” tuturnya.

    “Metode ini kita perkenalkan keragaman budaya Arab dengan berbagai gaya hidupnya (bahasa Arab macam-macam),” katanya menyambung.

    Acara peluncuruan buku ini dihadiri oleh  Prof.DR. H. Said Aqil Al munawarman, Ustaz Yusuf Manssur (Pimpinan DAQU / Da’I) , Dr. Hj Ifa Faizah Rahmah.Mpd, Ustazah Rita Febrianta (Dosen IAIN Bukit Tinggi), Dr. Tulus Ketua IMLA (Dosen UIN Suka Jogja) dan Habib Dr. Ali Hasan al-Bahar Lc, MA yang di Moderatori oleh Habib Husin Jafar.

    Buku ini diharap dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Arab di Indonesia khususnya,  belajar bahasa Arab benar-benar efektif  memberikan keterampilan berkomunikasi dalam hubungan kemitraan yang saling menguntungkan antara Indonesia dan negara-negara Arab.

  • Training Of Trainer With ARLIC Indonesia

    Training Of Trainer With ARLIC Indonesia

    Training Of Trainer With ARLIC Indonesia

    Bahasa Arab adalah bahasa yang istimewa karena memiliki hubungan erat dengan Islam. Bahasa Arab sangat penting bagi kaum muslim karena Al-Quran dan hadis turun dengannya. Dapat dirasakan bahwa dengan adanya hubungan erat antara Islam dengan bahasa Arab membawa keuntungan besar bagi bahasa Arab, baik dari sisi eksistensi bahasa Arab maupun ilmu ketata bahasaannya. Bahasa Arab memiliki pasang-surut sejak masa Jahiliyah atau pra Islam hingga saat ini. Setidaknya perjalanan perkembangan bahasa Arab dapat dibagi menjadi 6 periode, yaitu: periode Jahiliyah, permulaan Islam, periode Bani Umayyah, periode Abbasiyah, periode pasca abad 5 hijriyah, dan periode pasca runtuhnya Turki Utsmani.

    Belajar bahasa arab merupakan salah satu upaya untuk semakin mengenal Allah SWT dan bukti cinta kepada Rasulullah SAW.Disebutkan oleh Ibnu ‘Asakir dalam terjemahan Zahir ibn Muhammad Ibn Ya’qub Bahwasannya “Cintailah bahasa Arab karena tiga: karena aku berbahasa Arab, Al-Qur’an berbahasa Arab dan kalam ahlu al-jannah (penghuni surga) adalah bahasa Arab” . begitulah yang dilakukan oleh para guru-guru yayasan Al-Muhajhirin pada tanggal 10-11 Desember 2021 Yaitu melaksanakan kegiatan Training Of Trainer bersama ARLIC Indonesia yang dinaungi oleh Habib Salim Bin Umar Bin Hafidz (Putra Habib Umar Bin Hafidz Yaman ).

    Pada Kegiatan tersebut diisi dengan beberapa materi-materi tatacara bagaimana menjadi seorang pengajar bahasa arab yang baik & profesional , kegiatan Training Of Trainer tersebut diisi oleh segenap kalangan habaib dan para Mua’lim yang sudah ahli dalam bidang Pembelajaran Bahasa Arab yaitu Prof. Faris Albadr alyamani (Yaman),Dr. Syarif Dhou’ (Sudan), Dr. Andi Hadiyanto (Arlic), Habib Alwi ( Arlic) .

    Kegiatan ditutup dengan tausyiah dan Arahan dari Habib Salim Bin Umar Bin Hafidz (Putra Habib Umar Bin Hafidz Yaman ) sekaligus penandatangan kerja sama Bersama pihak ARLIC Indonesia Mengenai Metode Pembelajaran Bahasa Arab.

  • Terobosan ARLIC dalam Pembelajaran Bahasa Arab

    Terobosan ARLIC dalam Pembelajaran Bahasa Arab

    IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Arabic Lingual Center (ARLIC) Indonesia melakukan terobosan penting dalam mengenalkan metode baru pembelajaran Bahasa Arab. Berbeda dengan kebiasaan lembaga, pesantren, madrasah, dan universitas di Indonesia, ARLIC Indonesia menekankan kebutuhan pragmatis komunikatif dalam mengoptimalkan pemanfaatan Bahasa Arab di berbagai aktivitas kehidupan.

    Terobosan baru tersebut tertuang dalam buku serial ‘Al-Lisan Al-Umm’, yang baru saja diluncurkan pada Selasa (12/10). Staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia, Habib Nabil mengatakan, Bahasa Arab sebenarnya adalah bahasa yang mudah dipelajari oleh semua orang.

    “Sehingga kita mampu manfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan membaca literatur klasik Bahasa Arab, melainkan untuk komunikasi, bergaul dengan bangsa lain, bahkan urusan diplomasi dan bisnis internasional,” ujar Habib Nabil saat menjadi narasumber dalam acara Grand Launching ARLIC Indonesia di Jakarta, Selasa, (12/10).

    Selain menekankan pada prioritas kebutuhan pragmatis komunikatif, metode baru ARLIC Indonesia dalam buku serial ‘Al-Lisan Al-Umm’ tersebut juga menekankan pendekatan interaktif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dalam merepresentasikan materi, metode, media, dan konten pembelajarannya.

    ARLIC Indonesia melakukan terobosan dalam serialnya dengan mengembangkan akses pembelajaran di buku serial tersebut menggunakan teknologi yang ada serta menyediakan beberapa seri tingkatan, dari tingkat pemula sampai tingkat lanjut.

    “Dalam buku ini (Serial Al-Lisan Al-Umm), kosa kata yang ada telah dikumpulkan dalam bentuk flashcard yang dapat diakses melalui komputer, aplikasi, atau smartphone. Aplikasi tersebut juga memiliki banyak latihan interaksi,” jelas ARLIC Indonesia dalam video peluncuran buku serialnya tersebut.

    Acara peluncuran buku tersebut mengangkat tema ‘Bahasa Arab Mudah dan Keren’. Program pengembangan metode dan peluncuran buku serial ini merupakan bentuk tindak lanjut kerja sama ARLIC Indonesia dengan The Mother of Tounge, Abu Dhabi, Uni Emirates Arab, dalam mewujudkan solusi dan terobosan pembelajaran Bahasa Arab di masa depan.

    ARLIC Indonesia dalam acara peluncurannya juga menghadirkan beberapa narasumber penting yang selama ini dikenal sebagai pegiat dan pengajar Bahasa Arab berkompeten di Indonesia, seperti Said Agil Husain Al-Munawar (Ulama), Ali Hasan Al Bahar (Wasekjend MUI), Yusuf Mansur (Dai), Ifa Faizah Rahmah (Pengajar), Rita Febrianta (Dosen), dan Habib Nabil (Staf PBB).

  • ARLIC Indonesia Kenalkan Cara Pembelajaran Bahasa Arab lewat Buku Serial ‘Al-Lisan Al-Umm’

    ARLIC Indonesia Kenalkan Cara Pembelajaran Bahasa Arab lewat Buku Serial ‘Al-Lisan Al-Umm’

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Arabic Lingual Center (ARLIC) Indonesia melakukan terobosan penting dalam mengenalkan metode baru pembelajaran Bahasa Arab.

    Hal ini dikarenakan bahasa Arab menjadi salah satu bahasa asing yang paling banyak digunakan di dunia.

    Tercatat, lebih dari 400 juta di belahan dunia menggunakan Bahasa Arab sebagai salah satu medium komunikasinya.

    Termasuk di Indonesia, keberadaan Bahasa Arab menjadi salah satu yang tak asing dalam lingkungan keseharian dan kebudayaan lokal yang berkembang.

    Baik dalam bidang dakwah-keagamaan, akademik, maupun dalam komunikasi keseharian, Bahasa Arab lazim digunakan di celah-celah aktivitas yang berjalan.

    “Namun, bukan tanpa masalah, kedekatan budaya dengan Bahasa Arab di Indonesia tidak lantas masyarakat mampu dan mudah menggunakannya, berbagai permasalahan pembelajaran turut menghambat perkembangan penggunaan Bahasa Arab,” ujar Staf PBB (United Nation) di Indonesia Habib Nabil, sekaligus narasumber dalam acara Grand Launching ARLIC Indonesia, di Hotel Kartika, Jakarta, Selasa (12/10/2021).

    Berbeda dengan kebiasaan lembaga, pesantren, madrasah, dan universitas di Indonesia, ARLIC Indonesia menekankan kebutuhan pragmatis komunikatif dalam mengoptimalkan pemanfaatan Bahasa Arab di berbagai aktivitas kehidupan.

    Terobosan baru tersebut tertuang dalam buku serial ‘Al-Lisan Al-Umm’, yang baru saja diluncurkan.

    “Kita mempunyai hubungan emosional (sejarah, budaya, aktivitas) yang dekat dengan Bahasa Arab. Perlu adanya penekanan, bahwa Bahasa Arab adalah bahasa yang mudah dipelajari oleh kita. Sehingga mampu kita manfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan membaca literatur klasik Bahasa Arab, melainkan untuk komunikasi, bergaul dengan bangsa lain, bahkan urusan diplomasi dan bisnis internasional,” ucapnya.

    Selain menekankan pada prioritas kebutuhan pragmatis komunikatif, metode baru ARLIC Indonesia dalam buku serial ‘Al-Lisan Al-Umm’ tersebut juga menekankan pendekatan interaktif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dalam merepresentasikan materi, metode, media, dan konten pembelajarannya.

    Adapun terobosan itu, kata dia, dilakukan dengan mengembangkan akses pembelajaran di buku serial tersebut menggunakan teknologi yang ada serta menyediakan beberapa seri tingkatan, dari tingkat pemula sampai tingkat lanjut.

    “Dalam buku ini (Serial Al-Lisan Al-Umm), kosa kata yang ada telah dikumpulkan dalam bentuk flashcard yang dapat diakses melalui komputer, aplikasi, atau smartphone. Aplikasi tersebut juga memiliki banyak latihan interaksi,” ungkapnya.

    Acara peluncuran ini mengangkat tajuk ‘Bahasa Arab Mudah dan Keren’.

    Program pengembangan metode dan peluncuran buku serial ini juga merupakan bentuk tindak lanjut kerja sama ARLIC Indonesia dengan The Mother of Tounge, Abu Dhabi, Uni Emirates Arab, dalam mewujudkan solusi dan terobosan pembelajaran Bahasa Arab di masa depan.

    Selain itu, ARLIC Indonesia dalam acara peluncurannya menghadirkan beberapa narasumber penting yang selama ini dikenal sebagai pegiat dan pengajar Bahasa Arab berkompeten di Indonesia. Mulai dari Said Agil Husain Al-Munawar (Ulama), Ali Hasan Al Bahar (Wasekjend MUI), Yusuf Mansur (Dai), Ifa Faizah Rahmah (Pengajar), Rita Febrianta (Dosen), sampai Habib Nabil (Staf PBB).

    Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul ARLIC Indonesia Kenalkan Cara Pembelajaran Bahasa Arab lewat Buku Serial ‘Al-Lisan Al-Umm’, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/10/13/arlic-indonesia-kenalkan-cara-pembelajaran-bahasa-arab-lewat-buku-serial-al-lisan-al-umm.